Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

01 Mei, 2008

Raka batuk..

Raka sakit batuk, uhuk..uhuuk..uhuuuk!!!!
Tertular dari virus- virus yang mengitari bapak dan ibu yang juga pilek, hasyiiiiiimmmh..!!
Batuknya menyedihkan, terlihat susah payah mengeluarkan yang tercekat dan tertahan di tenggorokan, aiiih ..sedihnya melihatmu nak!
Ke dokter?
Tidak!
Ke dokter?
Tidak..
akhirnya tidak.Yup, tidak ke dokter.
Belum perlu, belum saatnya
Tapi tolong deh, Raka kelihatan sangat menderita.. Ke dokterkah?
Ah, tidak ..yah, tidak!Sekali lagi, belum saatnya..

Kenapa tidak ke dokter?
Sependek pengetahuan saya, batuk pilek disebabkan virus.
Virus gak bisa diobatin pake obat- obatan (klo lu consume obat pilek, itu cuman buat ngeringanin gejala- gejalanya ajah, tapi gak ngebunuh virus influenzanya. Kalo lu consume antibiotik, nah selamat! Antibiotik tuh buat bakteri. Bukan buat virus, jeung en Pak!hehe)

Berpegang teguh pada buku dr. wati, u’d come to doctor if : batuk lebih dari 2 minggu, sesak nafas, ketika menarik nafas ada otot di sekitar dada yang tertinggal, anak terlihat lemas dan sakit dan sama sekali gak mau maem-minum.

Jadi untuk 1 minggu ini, ibunya Raka resmi menjadi dokter Raka ^_^.
Setiap pagi Raka diajak bertemu sinar mentari. Ngapain? supaya ingus dan dahaknya meler bo’..
Rajin- rajin nguapin raka.
Caranya, air mendidih ditaruh di panci/baskom. Campur ma minyak kayu putih.
Berapa tetes? Kira- kira aja deh, asal udah berasa semriwiing di hidung , nah udah cukup tuh. Bisa ditaruh dikamar ato di samping tempat tidur. Untuk Raka, dengan senang hati ibu “geret” ke kamar mandi, hehehe. Small size room, jadi mikirnya tuh uap kayu putih bisa lebih konsentrasi masuk hidung raka dibandingkan di kamar tidur yang berukuran lebih besar.
Apa lagi? Perbanyak cairan dan makan sup/kaldu.
Tapi Raka gak mau maem, sakit kali yah tenggorokannya.
Jadi solusi super mujarab : PERBANYAK ASI!Cairan kehidupan yang dikirim Tuhan untuk semua bayi di dunia, full of vitamin dan zat imun. (thanks god, how can I heal him without breastmilk)
Termometer juga selalu tersedia. Kalau lebih dari 38,5 ibu kasih parasetamol deh. Suhu segitu Raka udah rewel. Sependek pengetahuan ibu, demam adalah mekanisme alami tubuh untuk membunuh virus, jadi penting untuk kita gak buru-buru minum parasetamol kalo lagi demam. Karena virus hanya bisa dibunuh pada suhu tinggi. Kalo belum apa- apa kita udah minum parasetamol, yah gimana tuh virus mau mati.
Iya nggak?hehe..CMIIW

Sekarang Raka mulai sehat. Udah bisa ngebut lagi (ngebut merangkak, maksudnya hihiii). Batuk udah mulai reda, sesekali hidung meler tapi sudah tidak separah sebelumnya.

Fiuuuuh, Lega euy!
Lega Raka udah mulai sehat, lega juga karena ibu dan bapak masih tetap rasional walaupun hati udah kebat- kebit ngeliat penderitaan Raka.

Sama sekali bukan karena anti dokter!Ibu mau imunitas tubuh raka aktif. Semakin sedikit campur tangan obat- obatan semakin baik.
Seringkali dokter amat mudah memberikan obat- obatan yang kadang gak diperluin ma tubuh kita.
Yah, tidak semua dokter begitu!! Tapi pada kebanyakan kasus, bayi dan anak yang batuk pilek dikasi puyer dan antibiotik. Puyer udah gak dianjurin karena polifarmasi.1 puyer bisa berisi campuran dari beberapa obat. Bayangkan kemungkinan kontra indikasinya! Antibiotik buat membunuh bakteri jahat. Kalau virus gak bakalan mempan ma antibiotik, yang ada malah bakteri baik dalam tubuh kita malah hilang dimakan ma tuh antibiotik. No wonder ya, kalau badan jadi gampang sakit. (actually, I always wondering kenapa dokter di indo sering banget ngasi antibiotic kalo kita lg batpil. Yes, in indo! When u got cold in aussie, the doctor just advice u to comsume vitamin and drinks a lot of water)

Jadi orang tua harus mau dan harus selalu belajar
Dan penting juga untuk tidak membesarkan anak berdasarkan kebiasaan 

Keep’s learning lah, judulnyah!

30 Maret, 2008

kalo bayi kita terjatuh...

Diambil dari milis asiforbaby, sumber tabloid nakita.


PERTOLONGAN PERTAMA BAYI JATUH
Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana
kondisinya!

Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar
berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari
tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh
amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya
mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya
memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat
membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB
Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang
sederhana, yaitu:

* Menyaksikan langsung anak terjatuh.

- Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.

- Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau
terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.

- Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa
yang menjadi tempat pendaratannya.

- Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah
jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota
badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk
menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

- Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

+ Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/ memar di
seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau
memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada
bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis
saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.

+ Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke
depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan
pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini
sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.

+ Lakukan hal yang sama pada kaki.

+ Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu
bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan
pada dokter.

+ Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan
catat dan laporkan ke dokter.

- Observasi perlu dilakukan selama 2x24 jam. Jika dalam kurun waktu
itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera
larikan ke rumah sakit terdekat.

- Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif
(apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan
mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta
pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini
dapat berisiko fatal.

* Jika menemukan si kecil sudah di lantai.

- Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak,
dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak
sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi
segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.

- Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.

+ Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita
mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan
kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada
keluhan sakit segera bawa ke dokter.

+ Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala
bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda
lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan
seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah
atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2x24 jam. Jika ada keluhan
segera larikan ke dokter.

+ Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri.
Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan,
juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika
ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih
sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan.
Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit
saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.

* Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

- Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan
pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:

+ Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup
matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.

+ Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti
gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.

+ Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan
sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita
bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan
lebih lanjut, seperti CT Scan.

- Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab
semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik
si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.

EFEK POSISI JATUH

Di bawah ini kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi
saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih
memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan
pertama yang benar:

* Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai

Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala,
kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia
belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang
bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang
tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam
tengkorak.

Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama
tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah
ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol
menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat
terjadi karena edema otak atau perdarahan.

Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi
menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak
sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan
gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak
kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.

* Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan

Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera
lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada
tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan
fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai
organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si
kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.

Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang "mendarat", secara
alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu
periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan
tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi)
dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya
saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung
menyusul membentur lantai.

* Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat

Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang
panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang,
dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit
saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias
lumpuh.

* Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu

Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri
pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko
kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan
meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan
terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi
bumper.

* Jika yang mendarat bokong duluan

Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat
mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada
saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang
ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan
paramedis yang melakukan pertolongan. Tapi jika si kecil sadar dan
bisa aktif kita bisa langsung menggendongnya.

* Jika yang mendarat terlebih dahulu punggung

Menjadi bahaya jika saat mendarat posisi leher ikut
terlipat/tertekuk karena bisa mengakibatkan keseleo dan fraktur
tulang leher. Bila bayi dalam keadaan tidak sadar jangan mencoba
mengangkatnya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah minta bantuan
paramedis di UGD di rumah sakit atau 118.